Berkas Lengkap, 5 Komisioner KPU Bolmut Berpotensi Tersangka Korupsi Rp21,5 Miliar

Wednesday, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejaksaan Negeri Bolaang Mongondow Utara.(Foto: dok*)

Kantor Kejaksaan Negeri Bolaang Mongondow Utara.(Foto: dok*)

FaktaraID, BOLMUT – Penyidikan dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) senilai Rp21,5 miliar memasuki tahap akhir. Penetapan tersangka tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolmut El Imanuel Lolongan mengatakan, penyidik telah menemukan indikasi kerugian negara dalam perkara tersebut.

“Untuk dokumen-dokumen sudah lengkap. Setelah penyidikan kita tetapkan tersangka, tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara,” kata El saat ditemui wartawan di kantornya, rabu (2/9/26).

Menurut El, penyidik telah memeriksa sekitar 120 saksi selama proses penyidikan.

Pemeriksaan juga telah dilakukan berulang terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan dana hibah KPU Bolmut.

Baca JUga  Perangkat Desa dan BPD Kini Bisa Ajukan Kredit di BSG Pakai SK

“Empat komisioner KPU telah diperiksa dua kali. Ketua KPU diperiksa tiga kali, sedangkan sekretaris, bendahara, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) masing-masing telah diperiksa dua kali,” jelasnya.

El mengatakan jumlah tersangka nantinya ditentukan berdasarkan peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Menurut dia, penyidik akan melihat siapa yang bertanggung jawab, menggunakan, maupun menyalahgunakan dana hibah tersebut.

“Siapa yang bertanggung jawab, siapa yang menggunakan dan siapa yang menyalahgunakan akan ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Pernyataan itu memperkuat kemungkinan lebih dari satu orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dana hibah KPU Bolmut.

El menyebut perkara korupsi tidak berdiri pada satu pihak saja.

“Namanya korupsi ya pasti berjamaah, nggak mungkin tunggal, dia tidak bisa berdiri sendiri,” ungkapnya.

Baca JUga  Kejari Bolmut Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMA dan SMK

El memastikan proses hukum tetap berjalan berdasarkan alat bukti dan hasil penghitungan kerugian negara.

“Penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan,” kuncinya.

Penulis: Wan Golonda
Editor: Tim Redaktur

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LABB KEBUT, Layanan Kejari Bolmut untuk Pengembalian Barang Bukti
URC Polres Bolmut Tindaklanjuti Aduan Pengancaman di Pasar Boroko
Polisi Amankan 13 Paket Sabu di Pinogaluman, Satu Orang Ditangkap
Resmob Limango Berburu hingga Gorontalo, FH Ditangkap di Tempat Kos
Bupati Bolmut Sirajudin Ditahan KPK, Dugaan Gratifikasi Capai Rp11,14 Miliar
Praperadilan Risna Dali Ditolak, Kasus Korupsi Lahan SPBU Talaud Berlanjut
Kejari Talaud Beri Penerangan Hukum soal Pencegahan Karhutla di Gemeh
Pria Hilang di Perkebunan Perindu Bolmut Ditemukan Tewas

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 15:22

LABB KEBUT, Layanan Kejari Bolmut untuk Pengembalian Barang Bukti

Thursday, 8 October 2026 - 12:13

URC Polres Bolmut Tindaklanjuti Aduan Pengancaman di Pasar Boroko

Monday, 5 October 2026 - 17:23

Polisi Amankan 13 Paket Sabu di Pinogaluman, Satu Orang Ditangkap

Thursday, 1 October 2026 - 19:39

Resmob Limango Berburu hingga Gorontalo, FH Ditangkap di Tempat Kos

Tuesday, 22 September 2026 - 22:18

Bupati Bolmut Sirajudin Ditahan KPK, Dugaan Gratifikasi Capai Rp11,14 Miliar

Berita Terbaru

DAERAH

Prof Grace Kandou Dinilai Layak Pimpin Unsrat

Saturday, 24 Oct 2026 - 08:37

Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Bolmut, Samuel Naibaho, menyerahkan sepeda motor melalui layanan LABB KEBUT di Desa Paku Selatan.(foto: dok*)

HUKUM & KRIMINAL

LABB KEBUT, Layanan Kejari Bolmut untuk Pengembalian Barang Bukti

Tuesday, 20 Oct 2026 - 15:22

(Foto: dok*)

HUKUM & KRIMINAL

URC Polres Bolmut Tindaklanjuti Aduan Pengancaman di Pasar Boroko

Thursday, 8 Oct 2026 - 12:13

Foto: ist*

Politik

Survei LKPI: Elektabilitas PSI Salip Demokrat, Imbangi PAN

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:01