FaktaraID, GORONTALO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 mulai membawa dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan warga kini mulai diperbaiki, sementara ruang publik dan kawasan wisata ikut dibenahi menjelang agenda nasional tersebut.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan PENAS KTNA bukan sekadar kegiatan seremonial yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah, tetapi menjadi momentum percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan perkotaan.
“PENAS bukan hanya tentang kedatangan tamu dari seluruh Indonesia, tetapi bagaimana momentum ini menjadi pengungkit pembangunan daerah. Berbagai pembenahan yang dilakukan saat ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Sofyan, Rabu (3/5/2026).
Perbaikan paling terlihat terjadi pada sektor infrastruktur jalan. Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mulai menangani sejumlah ruas strategis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo, Risman Umar, mengatakan penanganan dilakukan pada Jalan Hasan Dangkua di Kelurahan Hunggaluwa, Jalan Samsu Biya di Hepuhulawa, Jalan Abdurrahman Moito di Dutulanaa, hingga Jalan Notu Badu di kawasan samping Polres Gorontalo.
“Ruas-ruas jalan yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat sudah mulai ditangani. Kami optimistis dalam waktu 10 hingga 15 hari ke depan sebagian besar ruas tersebut sudah dapat dilintasi dengan lebih nyaman,” ujar Risman.
Menurut dia, pekerjaan saat ini masih difokuskan pada penyempurnaan utilitas pendukung seperti drainase, bahu jalan, dan culvert box, terutama di kawasan sekitar Sport Center Limboto. Setelah tahap tersebut rampung, pemerintah akan melanjutkan proses pengaspalan dan penataan akhir.
Risman menyebut progres pekerjaan secara umum sudah berjalan baik dan sebagian besar pekerjaan berat telah selesai.
Tak hanya jalan utama menuju lokasi kegiatan PENAS, pemerintah daerah juga mempercepat penanganan ruas lingkungan dan kawasan permukiman, termasuk di wilayah Hutuo.
Selain infrastruktur jalan, sejumlah fasilitas publik di ibu kota Kabupaten Gorontalo juga mulai dipercantik. Revitalisasi kawasan GOR David-Tony dilakukan melalui pembenahan panggung utama, wisma atlet, pagar kawasan, hingga gerbang utama.
Kawasan wisata Pentadio Resort turut dibenahi guna meningkatkan daya tarik wisata daerah bagi ribuan peserta PENAS yang akan datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu, Taman Pakaya Tower kini mulai direvitalisasi menjadi ruang publik baru dengan konsep yang lebih modern dan representatif. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru Kabupaten Gorontalo.
Pemerintah daerah menilai pelaksanaan PENAS KTNA XVII menjadi katalis percepatan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat bahkan sebelum kegiatan berlangsung.
Penulis: Nanang K
Editor: Kurniawan Golonda









