Tingginya Impor Obat hingga Minimnya Fasilitas Kesehatan Jokowi berharap Covid -19 Jadikan Perbaikan Sektor Kesehatan Nasonal

Friday, 1 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POJOKberita.Id, JAKARTA- Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyatakan, sektor kesehatan nasional belum dikelola secara maksimal. Menurut Kepala Negara, hal ini semakin terlihat di tengah kondisi pandemi virus corona atau Covid-19,

Salah satu poin utama yang dikeluhkan oleh Jokowi adalah masih belum bisa terbebasnya produksi obat-obatan dari jeratan impor. Saat ini 95 persen bahan baku produksi obat-obatan nasional berasal dari luar negeri.

Jokowi juga menyinggung industri nasional yang sampai saat ini belum bisa memproduksi berbagai alat kesehatan.

“Sekarang kelihatan semua. Lalu bagaimana tenaga medis, rasio dokter spesialis, perawat apa cukup menghadapi situasi saat ini,” ujarnya saat membuka Musrenbangnas 2020 secara virtual, Kamis (30/4/2020).

Baca JUga  Bupati Saipul Resmikan Perumahan Harmonis Residence di Marisa

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, sampai saat ini Indonesia masih memiliki penyakit menular berbahaya, seperti contoh TBC.

“Indonesia merupakan negara nomor 3 yang masih memiliki penyakit menular ini. Tiga besar dunia, India, China dan Indonesia,” katanya.

Lalu, bercermin terhadap kondisi pandemi Covid-19, Jokowi menilai tingkat ketersediaan fasilitas tempat tidur rumah sakit nasional masih rendah.

Bahkan, Indonesia berada di bawah India terkait rasio ketersediaan tempat tidur rumah sakit.

“Rasio tempat tidur berdasarkan penduduk 1,2 per 1.000. Artinya tersedia 1,2 tempat tidur bagi 1.000 penduduk. Dibandingkan negara lain India 2,7 per 1.000, China 4,3 per 1000, tertinggi jepang 13 per 1.000,” tuturnya.

Baca JUga  Kapolri Serahkan 30 Ribu Paket Sembako ke PERSIS Wilayah Jakarta, Banten dan Jabar

Oleh karenanya, Jokowi berharap pandemi Covid-19 dapat dijadikan momentum perbaikan sektor kesehatan nasional.

“Kejadian Covid ini menyadari kita semuanya betapa pentingnya health security,” Tutupnya.

(Mor Gk/ Sumber : KOMPAS.com)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

SPPG Kaidipang Diduga Salurkan MBG Busuk, Siswa Muntah dan Diare
Bupati Ketemu Mentan, Petani Bolmut Dapat Traktor hingga Benih
DPR RI Resmi Sahkan Revisi UU P2SK
PWI Pusat dan IPB Siapkan Program Beasiswa S2 untuk Wartawan
Peringatan Penyakit Infeksi Emerging, Dinkes Bolmut Pastikan Faskes Memadai
Pemerintah Wajibkan Registrasi SIM Biometrik Mulai 1 Juli 2026
Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan oleh AKP Sofyan Berproses di Polda Sulut
Natalius Pigai: Pelarangan Film Harus Lewat Putusan Pengadilan
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 23:48

SPPG Kaidipang Diduga Salurkan MBG Busuk, Siswa Muntah dan Diare

Tuesday, 9 June 2026 - 19:20

Bupati Ketemu Mentan, Petani Bolmut Dapat Traktor hingga Benih

Thursday, 4 June 2026 - 19:29

DPR RI Resmi Sahkan Revisi UU P2SK

Thursday, 4 June 2026 - 03:37

PWI Pusat dan IPB Siapkan Program Beasiswa S2 untuk Wartawan

Sunday, 31 May 2026 - 19:12

Peringatan Penyakit Infeksi Emerging, Dinkes Bolmut Pastikan Faskes Memadai

Berita Terbaru

Pemuda di Bolmut diamankan polisi setelah kedapatan membawa senjata tajam saat patroli dini hari.(Foto: dok*)

HUKUM & KRIMINAL

URC Polres Bolmut Tangkap Pemuda yang Acungkan Sajam

Wednesday, 10 Jun 2026 - 11:37

Kepala Kejari Kotamobagu Tasjrifin Muljana Abdul H.(Foto: Eges*)

HUKUM & KRIMINAL

Kejari Isyaratkan Tersangka Baru Kasus Korupsi KPU Boltim

Wednesday, 10 Jun 2026 - 08:59