FaktaraID, BOGOR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggandeng IPB University untuk menyiapkan program beasiswa S2 bagi wartawan. Program itu digadang-gadang menjadi jalan bagi jurnalis meningkatkan kompetensi di tengah tuntutan profesi yang semakin kompleks di era digital.
Pembahasan kerja sama berlangsung di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Selasa, 2 Juni 2026. Pertemuan dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat dan pimpinan Sekolah Pascasarjana IPB.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan program tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis. Menurut dia, skema beasiswa harus dirancang fleksibel agar tetap memungkinkan wartawan menjalankan tugas jurnalistik sambil kuliah.
“Kerja sama ini sangat baik untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas wartawan. Namun perlu ada rapat teknis lanjutan agar mekanismenya benar-benar matang,” kata Munir, Rabu, 3 Juni 2026.
Munir menyebut kendala utama wartawan untuk melanjutkan pendidikan adalah biaya kuliah dan padatnya aktivitas liputan. Karena itu, PWI mendorong skema pembiayaan yang tidak memberatkan peserta.
Ia mengatakan opsi yang dibahas meliputi bantuan UKT, pembiayaan parsial, hingga peluang sinergi dengan program LPDP. Menurut dia, dukungan pendidikan tidak harus menanggung seluruh biaya kuliah, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan program.
Program tersebut dinilai penting karena kompetensi wartawan kini dituntut lebih luas, mulai dari penguasaan media digital, isu lingkungan, ekonomi, hingga pembangunan daerah.
Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Yusli Wardiatno mengatakan IPB membuka peluang lebih besar bagi insan pers untuk mengakses pendidikan tinggi.
“Rencana kerja sama dengan PWI adalah langkah positif untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi wartawan serta memperkuat kapasitas akademik dan profesionalisme mereka,” ujar Yusli.
Dalam pertemuan itu, IPB menawarkan sedikitnya 10 program studi magister yang dapat dipilih wartawan. Program tersebut antara lain Komunikasi Digital dan Media, Manajemen Pembangunan Daerah, Ilmu Manajemen, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, hingga Manajemen dan Bisnis.
Selain itu tersedia pula program Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Pengembangan Industri Kecil Menengah, Logistik Agro-Maritim, Klimatologi Terapan, serta Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.
PWI dan IPB selanjutnya akan membahas detail kerja sama, termasuk penyusunan memorandum of understanding (MoU), kriteria peserta, hingga model pembiayaan program beasiswa tersebut.
Penulis: Tim Wartawan
Editor: Kurniawan Golonda









