SPPG Kaidipang Diduga Salurkan MBG Busuk, Siswa Muntah dan Diare

Thursday, 11 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paket MBG yang dikeluhkan karena diduga basi dan tidak layak konsumsi.(Foto: wawan*)

Paket MBG yang dikeluhkan karena diduga basi dan tidak layak konsumsi.(Foto: wawan*)

FaktaraID, BOLMUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dikeluhkan siswa dan guru setelah ditemukan sejumlah menu makanan diduga dalam kondisi basi dan tidak layak konsumsi.

Seperti temuan di SDN 13 Kaidipang, pihak sekolah menyebut beberapa siswa mengalami sakit perut, diare hingga muntah setelah menyantap menu ayam bumbu rujak yang dibagikan pada Senin, 8 Juni 2026.

“Hari ini belum ada MBG,” kata seorang siswa SDN 13 Kaidipang, Kamis (11/6/2026). Ia mengaku masih trauma setelah mengalami muntah dan sakit perut usai mengonsumsi menu ayam dalam paket MBG.

Kepala Sekolah SDN 13 Kaidipang, Wiko Harundja, mengatakan sekolah khawatir kondisi itu berdampak pada kesehatan siswa jika kualitas makanan tidak diperbaiki.

“Kalau makanan sudah tidak layak makan, kami khawatir anak-anak keracunan,” ujar Wiko.

Menurut dia, sekolah tidak menolak program MBG. Namun, pihaknya meminta evaluasi terhadap kualitas makanan yang disalurkan oleh SPPG Boroko Kaidipang.

Keluhan serupa juga disampaikan guru di sekolah tersebut. Mereka mengaku menerima banyak laporan dari orang tua siswa terkait menu MBG yang dianggap tidak layak konsumsi.

Selain menu ayam yang diduga basi, menu tahu bakso tuna yang dibagikan pada Rabu, 10 Juni 2026, juga dikeluhkan karena terasa gatal saat dimakan.

Baca JUga  PWI Pusat Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya

Pihak sekolah juga menemukan pepaya berjamur serta buah pisang dan semangka yang dinilai sudah tidak layak konsumsi.

Laporan lain datang dari orang tua siswa yang menemukan serpihan besi di dalam nasi MBG. Beberapa guru mengaku juga ikut mengalami sakit perut setelah mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Di sekolah itu, guru memang diminta mencicipi menu lebih dulu sebelum makanan dibagikan.

“Banyak siswa sekarang sudah tidak mau makan MBG lagi,” kata salah seorang guru.

Informasi yang dihimpun, Pihak sekolah mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada SPPG Boroko Kaidipang. Siswa bahkan diminta menuliskan langsung kritik dan harapan terkait menu makanan yang diterima.

Informasi penolakan MBG juga disebut terjadi di SMKN 1 Kaidipang karena kekhawatiran terhadap potensi keracunan makanan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan medis yang menyatakan secara pasti adanya hubungan langsung antara keluhan diare tersebut dengan makanan yang disajikan dalam program MBG.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko Kaidipang Curvy Runtuwene ketika dikonfirmasi menjelaskan, Ia bersama jajaran staf langsung mendatangi SDN 13 Kaidipang yang menjadi sekolah pertama melaporkan dugaan masalah pada menu MBG.

Baca JUga  DPRD Bolmut Tetapkan Sirajudin Lasena – Aditya Pontoh sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih 2025-2030

Di lokasi, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan langsung terhadap makanan yang dipersoalkan. Uji rasa juga dilakukan terhadap menu yang dikeluhkan guna memastikan kondisi makanan yang telah didistribusikan.

“Kami langsung melakukan pemeriksaan dan uji rasa terhadap menu yang dilaporkan. Namun sebagai langkah kehati-hatian, seluruh paket MBG untuk hari itu tetap kami tarik dan distribusi dihentikan sementara,” kata Curvy.

Menurut dia, laporan tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut. Tim kesehatan bersama ahli gizi melakukan inspeksi ke dapur SPPG Boroko Kaidipang guna melakukan evaluasi terhadap menu yang menjadi sorotan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh ahli gizi melalui uji organoleptik, tidak ditemukan adanya reaksi gatal ataupun indikasi lain yang menunjukkan makanan tersebut bermasalah,” jelas Curvy.

Meski membantah adanya temuan makanan tidak layak konsumsi berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pihak SPPG tetap menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan seluruh penerima manfaat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Semua masukan, kritik, dan laporan akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan program MBG ke depan semakin baik,” pungkasnya.

Penulis: Kurniawan Golonda
Editor: Tim Redaktur

Facebook Comments Box

Berita Terkait

AKBP Andhika Turun Tangan Bantu Warga Bolmut Terdampak Kekeringan
Kapolres Bolmut AKBP Andhika Hadiri Pencanangan HUT ke-81 RI
Batching Plant Proyek RSUD Bolmut Diduga Tanpa Dokumen Lingkungan
Ketua DPRD Bolmut Evaluasi Efektivitas Program Empat OPD
Pemkab Gorontalo Siapkan Jaminan Kesehatan untuk 3.013 PPPK Paruh Waktu
Wabup Bolmut Tegaskan APBD Harus Berdampak Langsung bagi Warga
PWI Sulut Copot Wakil Ketua OKK Demi Jaga Integritas Organisasi
Pomdam XIII/Merdeka dan Polsek Pinogaluman Perkuat Koordinasi Pengamanan Wilayah

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 19:58

AKBP Andhika Turun Tangan Bantu Warga Bolmut Terdampak Kekeringan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:14

Kapolres Bolmut AKBP Andhika Hadiri Pencanangan HUT ke-81 RI

Wednesday, 29 July 2026 - 17:30

Batching Plant Proyek RSUD Bolmut Diduga Tanpa Dokumen Lingkungan

Tuesday, 28 July 2026 - 22:55

Ketua DPRD Bolmut Evaluasi Efektivitas Program Empat OPD

Friday, 17 July 2026 - 20:22

Pemkab Gorontalo Siapkan Jaminan Kesehatan untuk 3.013 PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru

Wakapolres Bolmut Kompol Abdul Rahman Faudji memimpin apel pagi dan Gaktibplin personel di Mapolres Bolmut.(foto: bobze*)

HUKUM & KRIMINAL

Polres Bolmut Periksa Disiplin Personel Lewat Gaktibplin

Monday, 10 Aug 2026 - 19:53