FaktaraID, JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperoleh elektabilitas 4,3 persen dalam survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI). Angka tersebut sama dengan elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) dan berada sedikit di atas Partai Demokrat yang memperoleh 4,1 persen.
Hasil survei itu menunjukkan persaingan partai politik menuju Pemilu 2029 masih terbuka. Sebanyak 22,5 persen responden belum memberikan pilihan ketika ditanya mengenai partai politik yang akan didukung.
Dalam survei tersebut, Partai Gerindra menempati posisi teratas dengan elektabilitas 17,3 persen. PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan 16,8 persen.
Di bawah keduanya terdapat Partai NasDem dengan elektabilitas 7,3 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,2 persen, dan Partai Golkar 6,1 persen.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh 5,5 persen. Sementara kelompok partai lainnya yang merupakan gabungan partai di luar parlemen mencapai 5,6 persen.
PSI dan PAN sama-sama memperoleh 4,3 persen. Adapun Demokrat berada di bawah keduanya dengan 4,1 persen.
Peneliti LKPI, Irwan Ardiansyah, mengatakan masih terdapat proporsi responden yang cukup besar yang belum menentukan pilihan politik.
“Sebanyak 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban,” kata Irwan, dikutip dari RMOL, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Irwan, tingginya proporsi responden yang belum menentukan pilihan menunjukkan peta dukungan partai politik masih dapat berubah menjelang Pemilu 2029.
Survei LKPI dilakukan pada 8-20 September 2026 terhadap 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia.
Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 3,1 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan panggilan telepon yang dipandu pewawancara ke nomor ponsel virtual yang dihasilkan secara acak.
Menurut Irwan, kontak melalui telepon seluler mencapai 35 persen dengan tingkat respons 33,1 persen. Sementara wawancara tatap muka mencapai 64,4 persen dengan tingkat respons 58,3 persen.
Hasil survei tersebut menjadi salah satu gambaran awal mengenai peta elektabilitas partai politik menjelang Pemilu 2029. Namun, besarnya proporsi responden yang belum menentukan pilihan membuat persaingan masih berpotensi berubah.(***)









