FaktaraID, LIMBOTO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gorontalo membantah kabar adanya kader mereka yang disebut bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Sekretaris DPD PSI Kabupaten Gorontalo, Ayi All, mengatakan orang yang disebut pindah partai itu tidak pernah tercatat sebagai kader PSI secara administratif.
“Dia bukan kader PSI. Siapa yang bilang dia kader PSI?” kata Ayi dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Menurut Ayi, status kader di PSI dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA). Hingga saat ini, nama yang dimaksud disebut tidak pernah masuk dalam data resmi keanggotaan partai.
“Sampai hari ini yang bersangkutan tidak memiliki KTA PSI. Jadi tidak tepat jika disebut ada kader PSI yang pindah, karena statusnya saja bukan kader,” ujarnya.
Ayi juga menanggapi informasi bahwa orang tersebut pernah terlihat mengikuti agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI beberapa waktu lalu.
Menurut dia, kehadiran dalam kegiatan partai tidak otomatis menunjukkan status sebagai kader maupun pengurus.
Ia menegaskan PSI merupakan partai terbuka, namun tetap memiliki mekanisme dan administrasi organisasi yang jelas terkait keanggotaan.
Dalam keterangannya, Ayi turut mengutip pernyataan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, terkait sikap partai terhadap kader yang tidak sejalan dengan organisasi.
“Siapa yang tidak senang, silakan keluar dari Partai Solidaritas Indonesia. Namun dalam kasus ini, bagaimana mau keluar, masuk sebagai kader saja belum pernah,” kata Ayi.
DPD PSI Kabupaten Gorontalo berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan informasi yang dinilai tidak sesuai fakta terkait kondisi internal partai di daerah.
Penulis: A G Mokoginta
Editor: Kurniawan Golonda









