Banjir Terus Berulang di Olimohulo, Pemkab Gorontalo Ungkap Penyebabnya

Wednesday, 20 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melintasi banjir yang merendam Desa Olimohulo, Kabupaten Gorontalo. Pemkab menyebut kapasitas gorong-gorong yang tak lagi memadai menjadi penyebab banjir berulang.(Foto: Ist*)

Warga melintasi banjir yang merendam Desa Olimohulo, Kabupaten Gorontalo. Pemkab menyebut kapasitas gorong-gorong yang tak lagi memadai menjadi penyebab banjir berulang.(Foto: Ist*)

FaktaraID, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo menyebut banjir yang kembali melanda Desa Olimohulo, Kecamatan Asparaga, dipicu kapasitas gorong-gorong yang sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo, Risman Umar mengatakan, kondisi infrastruktur di lokasi terdampak memang membutuhkan revitalisasi karena luapan air terus terjadi setiap musim hujan.

“Sebelumnya saya sudah melihat langsung kondisi di lokasi. Memang membutuhkan revitalisasi karena kapasitas saluran yang ada saat ini sudah tidak memadai,” kata Risman, Rabu, (20/5/2026).

Menurut dia, struktur yang selama ini dianggap sebagai jembatan sebenarnya hanya berupa gorong-gorong dengan kapasitas terbatas. Saat hujan deras, aliran air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Baca JUga  Ahmad Muzani: Prabowo akan Tampung Kritikan dan Protes Kenaikan PPN 12 Persen

“Ketika hujan deras, volume air sangat besar sehingga tidak mampu tertampung lagi. Jadi ini bukan jembatan besar, melainkan gorong-gorong,” ujarnya.

Pemkab Gorontalo, kata Risman, akan melakukan penanganan awal melalui normalisasi dan perbaikan sementara menggunakan anggaran pemeliharaan jembatan. Namun langkah itu dinilai belum cukup mengatasi banjir yang terus berulang.

“Kalau hanya membersihkan aliran sungai, saat hujan besar banjir tetap berpotensi terjadi. Karena itu dibutuhkan pembangunan jembatan yang lebih besar dan representatif,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah kecamatan akan mengusulkan penanganan lanjutan kepada Bupati Gorontalo guna mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Risman mengingatkan banjir yang terus terjadi berpotensi merusak fasilitas umum hingga rumah warga jika tidak segera ditangani secara permanen.

Baca JUga  Hari Ini Sekjen PDIP Hasto Diperiksa KPK sebagai Tersangka

“Kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan bisa berdampak pada kerusakan jalan, fasilitas pendidikan, hingga rumah masyarakat,” ucapnya.

Penulis: Tim Wartawan
Editor: Kurniawan Golonda

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rolling Jabatan Eselon II, III, dan IV Pemprov Sulut Dieksekusi Bulan Ini
Penyelesaian Eks HGU Motoduwo Dipercepat, Dua Desa Diverifikasi
Dampak PENAS KTNA 2026 bagi Masyarakat Gorontalo Mulai Terlihat
Data Minerbaone ESDM Tidak Ada IUP di Bolmut
Warga Bolmut Rela Antre Tengah Malam akibat Kelangkaan BBM
Pemkab Gorontalo Siapkan Petani Nilam Masuk Rantai Ekspor Atsiri
Bolmut Kembali Raih WTP dari BPK, Catat 10 Kali Berturut-turut
Masalah Tanah di Bolmong Jadi Perhatian, Reforma Agraria Dipercepat

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 17:39

Rolling Jabatan Eselon II, III, dan IV Pemprov Sulut Dieksekusi Bulan Ini

Thursday, 4 June 2026 - 18:18

Penyelesaian Eks HGU Motoduwo Dipercepat, Dua Desa Diverifikasi

Wednesday, 3 June 2026 - 18:57

Dampak PENAS KTNA 2026 bagi Masyarakat Gorontalo Mulai Terlihat

Tuesday, 2 June 2026 - 20:22

Data Minerbaone ESDM Tidak Ada IUP di Bolmut

Monday, 1 June 2026 - 23:43

Warga Bolmut Rela Antre Tengah Malam akibat Kelangkaan BBM

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan barang bukti senjata angin rakitan yang disita dari empat pria yang diamankan di Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, setelah foto mereka viral di media sosial Facebook.(Foto: dok*)

HUKUM & KRIMINAL

Polres Mitra Tangkap Empat Warga Bolmong dengan Senjata Angin Rakitan

Thursday, 4 Jun 2026 - 20:27