PWI Pusat Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya

Tuesday, 21 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Metro Jaya.(Foto: dok*)

Polda Metro Jaya.(Foto: dok*)

FaktaraID, JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melaporkan advokat Hotman Paris Hutapea ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan. Langkah ini disebut sebagai upaya organisasi untuk melindungi kehormatan profesi pers dan memastikan kebebasan jurnalistik tetap dihormati.

Laporan tersebut disampaikan pada Senin malam, 20 Juli 2026, dan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Polisi menerbitkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor STTLP/B/5291/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/5291/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu, datang melapor didampingi sejumlah pengurus PWI Pusat, PWI Jaya, serta wartawan yang bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya.

Dalam laporan awal, PWI mendasarkan dugaan tindak pidana pada Pasal 242 KUHP Tahun 2023 yang berkaitan dengan dugaan ujaran kebencian.

Baca JUga  DPR RI Resmi Sahkan Revisi UU P2SK

Pelaporan ini berkaitan dengan insiden yang terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, di kompleks Kejaksaan Agung. Saat itu, Hotman Paris yang baru selesai mendampingi kliennya diduga mengeluarkan pernyataan kepada wartawan yang sedang melakukan peliputan.

Beberapa ucapan yang dipersoalkan antara lain, “Kalau lu gak ngerti pasal, lebih baik berhenti jadi wartawan,” serta, “Kamu punya otak gak?” PWI menilai pernyataan tersebut bukan sekadar ditujukan kepada individu wartawan, tetapi berpotensi merendahkan profesi jurnalistik secara keseluruhan.

“Kehadiran kami merupakan bentuk solidaritas sekaligus komitmen organisasi dalam melindungi kehormatan profesi wartawan. Kritik maupun perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun penghinaan dan intimidasi verbal terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas tidak dapat dibenarkan,” kata Anrico Pasaribu usai membuat laporan di Polda Metro Jaya.

Baca JUga  Satuan Reskrim Bolmut Bongkar Aksi Penimbunan BBM Bersubsidi Jenis Solar

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, sebelumnya juga menyatakan keprihatinan atas dugaan penghinaan tersebut. Menurut dia, setiap narasumber memiliki hak untuk menolak menjawab pertanyaan, mengoreksi informasi, atau mengakhiri wawancara.

Namun, kata Munir, hak tersebut tidak seharusnya diwujudkan melalui tindakan atau ucapan yang merendahkan martabat wartawan.

Munir menegaskan wartawan menjalankan tugas berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, organisasi tersebut berharap aparat kepolisian memproses laporan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

“Penanganan perkara ini diharapkan tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi para pihak, tetapi juga menjadi bagian dari perlindungan terhadap kemerdekaan pers dan profesi wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Humas PWI Pusat
Editor: Wan Golonda

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua KPU Bolmut Diperiksa Tiga Kali soal Dugaan Korupsi Hibah Rp21,5 Miliar
Kejari Bolmut Periksa 5 Komisioner KPU soal Kasus Korupsi Hibah Rp21,5 Miliar
Irjen Pol Roycke Tarik Penyidikan Tragedi Drag Race Kotamobagu ke Polda Sulut
Polres Bolmut Periksa Disiplin Personel Lewat Gaktibplin
Korban Tewas Drag Race Kotamobagu Bertambah Jadi 8 Orang, 8 Luka Berat
Drag Race Maut di Kotamobagu, 7 Orang Tewas dan 9 Luka Berat
AKBP Andhika Perkuat Sinergi Polres dan Pers di Bolmut
Kejari Talaud Edukasi Warga soal Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 13:17

Ketua KPU Bolmut Diperiksa Tiga Kali soal Dugaan Korupsi Hibah Rp21,5 Miliar

Wednesday, 12 August 2026 - 18:43

Kejari Bolmut Periksa 5 Komisioner KPU soal Kasus Korupsi Hibah Rp21,5 Miliar

Monday, 10 August 2026 - 21:44

Irjen Pol Roycke Tarik Penyidikan Tragedi Drag Race Kotamobagu ke Polda Sulut

Monday, 10 August 2026 - 19:53

Polres Bolmut Periksa Disiplin Personel Lewat Gaktibplin

Monday, 10 August 2026 - 00:03

Drag Race Maut di Kotamobagu, 7 Orang Tewas dan 9 Luka Berat

Berita Terbaru

Wakapolres Bolmut Kompol Abdul Rahman Faudji memimpin apel pagi dan Gaktibplin personel di Mapolres Bolmut.(foto: bobze*)

HUKUM & KRIMINAL

Polres Bolmut Periksa Disiplin Personel Lewat Gaktibplin

Monday, 10 Aug 2026 - 19:53