Dugaan Penganiayaan Karyawan BRI, Pinca Seolah Tutup Mata

Wednesday, 11 January 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POJOKberta.id,POHUWATO,–Dugaan penganiayaan muncul dari salah satu laporan kariyawan BRI unit Yang ada di Kabupatan Pohuwato, Rabu, 11 Januari 2023.

Diketahui Kariyawan tersebut merupakan pekerja magang yang ada di salah satu BRI Unit di pohuwato, berinisial FA (Korban) berusia 24 tahun Desa Palopo Kecamatan Marisa.

Menurut FA Kejadian tersebut bermula dari Miskomunikasi pekerjaan yang terjadi di media sosial (WatsApp Grup) 22 November 2022 pukul 08.00 oleh seorang Mantri BRI (Pegawai Tetap) yang berinisial NS (Pelaku), sehingga terjadi sebuah ketersinggunan Akibat adanya Kata-Kata Kotor berupa Cacian,dan makian di Grub tersebut.

Singkat cerita sejam kemudian NS memasuki kantor selesai tugas lapangan dan melintas di depan pelayanan tempat kerjanya mengisyaratkan FA untuk mengadap keruangannya.

“Setelah sejam kemudian saya lihat beliau melintas di depan tempat saya bekerja melayani nasabah dengan singkatnya dirinya mengisyaratkan saya untuk masuk ruangan, dengan spontan saya menjawab iya.. tetapi saya masih menyelesaikan pelayanan saat itu” Jelasnya lagi.

Setelah beberapa menit dirinya menuju ke ruangan pimpinan melintasi meja kerja NS. Kemudian memanggil FA untuk duduk dihadapannya. FA mengatakan iya tunggu dengan terus berjalan kearah ruangan atasan . NS tak terima sehingga melampiaskan Amarahnya Dengan mendorong saya tepat di depan pintu masuk ruangan tersebut.

Baca JUga  Silahturahmi Marisa Utara Dan Kades Terpilih Bangun Sinergitas

“Jadi rencananya, sebelum saya menghadap ke beliau (pelaku), saya harus keruangan pimpinan untuk menyelesaikan pekerjaan saya karna kepentingan nasabah yang mengantri. Tetapi karena ruangan pimpinan harus melewati ruanganya, dirinya meminta saya lagi untuk secepatnya menghadap ke beliau. karna masih dalam posisi memalayani nasabah , maka saya belum mengindahkanya dulu. Dan terus berjalan menuju ruang pimpinan. merasa tidak diharapkan, dirinya langsung menghampiri saya dari belakang langsung dan langsung menarik rambut dan jilbab saya secara bersamaan dan kembali mendorong saya tepat dibagian belakang, dan meleset mengenai bibir saya sehingga berdarah dan sayapun terhempas ke arah pintu sehingga lutut sayapun memar” Ungkap FA.

Tak hanya itu dirinya juga membeberkan kepada awak media maksud baiknya untuk tidak terburu-buru melaporkan karna masih manusiawi. Tetapi NS Terlihat angkuh dan tak mau meminta maaf.

“Memeng saya belum langsung melapor karena saya pikir ini Kejadian dengan sesama internal kariawan bank maka saya masih memberikannya kesempatan namun lucunya dirinya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa” katanya pada Kejadian pertama mediasi.

Baca JUga  Sidang BBM Pohuwato, Pembelaan Kuasa Hukum Terdakwa Ditolak

Saat itu FA langsung ke polsek terdekat, namun saat NS mengetahuinya kemudian Di hubungi melalui media Telepon dengan tidak mengakui kesalahannya, bahkan menantang FA untuk melanjutkan laporan..

Setelah kejadian tersebut NS bahkan tidak terlihat mempunyai itikad baik secara personal terhadap FA. Permintaan maafkan keluar dari NS setelah laporan tersebut sudah tersebar sampai ke pihak BRI Kanca Marisa.

Dari kejadian tersebut yang terkesan Lambat karna mediasi dari pihak Mananjemen BRI dilaksanakan nanti seminggu setelah kejadian tersebut. FA tetap melanjutkan laporannya

Yang sampai dengan mediasi terakhir yang dilaksanakan pihak kepolisian yang terkesan NS enggan meminta maaf kepada korban maupun Keluarga korban sudah mengingatkan.Sampai dengan hari ini, laporan sudah di limpahkan ke Polres Pohuwato.

Saat media POJOKberita.id mencoba klarifikasi kepada pihak Bank BRI melalui media televon berkali-kali tidak mendapatkan respon sedikitpun. Hinggga saat ini pihak media masih mencoba untuk menghubungi pihak Bank BRI untuk mendapatkan klarifikasi.

Penulis : Isjan/PB.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

URC Polres Minut Ringkus Residivis Spesialis Curanmor Lintas Kabupaten
SPPG Kaidipang Diduga Salurkan MBG Busuk, Siswa Muntah dan Diare
Jelang Hari Bhayangkara, Polres Bolmut Beri Layanan Kesehatan Gratis ke Warga
URC Polres Bolmut Tangkap Pemuda yang Acungkan Sajam
Kejari Isyaratkan Tersangka Baru Kasus Korupsi KPU Boltim
Bupati Ketemu Mentan, Petani Bolmut Dapat Traktor hingga Benih
Kejari Kotamobagu Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi KPU Boltim
Penyaluran Bibit Kelapa di Kabupaten Gorontalo Capai 44 Ribu Pohon
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 03:57

URC Polres Minut Ringkus Residivis Spesialis Curanmor Lintas Kabupaten

Thursday, 11 June 2026 - 23:48

SPPG Kaidipang Diduga Salurkan MBG Busuk, Siswa Muntah dan Diare

Thursday, 11 June 2026 - 06:48

Jelang Hari Bhayangkara, Polres Bolmut Beri Layanan Kesehatan Gratis ke Warga

Wednesday, 10 June 2026 - 08:59

Kejari Isyaratkan Tersangka Baru Kasus Korupsi KPU Boltim

Tuesday, 9 June 2026 - 19:20

Bupati Ketemu Mentan, Petani Bolmut Dapat Traktor hingga Benih

Berita Terbaru

Dua terduga pelaku curanmor dan pencurian elektronik diamankan polisi di Desa Kawangkoan Baru, Minut, bersama sejumlah barang bukti.(Foto: dok*)

HUKUM & KRIMINAL

URC Polres Minut Ringkus Residivis Spesialis Curanmor Lintas Kabupaten

Saturday, 13 Jun 2026 - 03:57

Pentadio Resort di tepi Danau Limboto menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk menyambut ribuan peserta PENAS KTNA XVII 2026.(Foto: dok*)

EKONOMI BISNIS

PENAS KTNA Diproyeksi Dongkrak Ekonomi Wisata Kabupaten Gorontalo

Saturday, 13 Jun 2026 - 01:38