FaktaraID, TALAUD – Nama Samuel Naibaho mulai dikenal publik di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, seiring keterlibatannya dalam berbagai program edukasi hukum hingga penyelidikan dugaan korupsi dana desa.
Samuel yang menjabat Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud aktif menjalankan program penerangan hukum kepada masyarakat dan pelajar di wilayah perbatasan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, namanya juga mencuat setelah Kejari Talaud menyelidiki dugaan korupsi dana desa yang melibatkan sembilan kepala desa di Talaud.
Selain penanganan perkara, Samuel juga rutin menjadi narasumber dalam program “Jaksa Masuk Sekolah” dan dialog interaktif “Jaksa Menyapa”. Program itu membahas berbagai isu hukum mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan media sosial, narkotika, hingga pengawasan dana desa.
Samuel mengatakan pendekatan pencegahan menjadi fokus utama kejaksaan dalam menekan angka pelanggaran hukum di masyarakat.
“Kita lebih fokus pada pengawasan dan pencegahan karena itu yang paling penting,” kata Samuel, minggu (4/7/2026).
Menurut dia, edukasi hukum perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat memahami risiko hukum dalam kehidupan sehari-hari, termasuk penggunaan media sosial dan pengelolaan keuangan desa.
Dalam forum bersama pemerintah desa, Samuel juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Selain itu, Kejari Talaud turut memberikan sosialisasi terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dinilai masih menjadi ancaman di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Samuel mengungkapkan dirinya mulai bertugas sebagai jaksa di Kejari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada 2022 sebelum dipindahkan ke Sulawesi Utara pada 2025.
Pria kelahiran Bengkulu, 25 Februari 1992 itu mengatakan pengalaman bertugas di Talaud memberinya tantangan baru dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di daerah kepulauan yang berjarak sekitar 270 kilometer dari Manado.
“Sebagai jaksa, di mana pun ditugaskan harus siap,” ujarnya.
Ia menilai tugas jaksa tidak hanya berkaitan dengan penindakan perkara, tetapi juga membangun kesadaran hukum masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif.
Samuel berharap kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dapat membantu menekan angka pelanggaran hukum sejak dini.
“Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan masyarakat agar menekan angka pelanggaran hukum,” katanya.
Penulis: Kurniawan Golonda
Editor: Tim Redaktur









