FaktaraID, BOLMUT – Harga bahan bakar minyak (BBM) eceran di sejumlah wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, melonjak dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan pasokan membuat harga Pertalite dan Pertamax di tingkat pengecer jauh melampaui harga resmi SPBU.
Di sejumlah desa di Kecamatan Bintauna dan Bolangitang Timur, harga BBM eceran bahkan dilaporkan menembus Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per botol. Kondisi itu dikeluhkan warga karena berdampak langsung pada biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.
“BBM jenis Pertamax saat ini Rp17 ribu untuk ukuran satu botol Sprite sekitar satu liter, dan Rp27 ribu untuk botol Aqua besar 1,5 liter,” ujar seorang warga Bintauna, Senin, (1/5/2026).
Warga mengaku terpaksa membeli BBM dengan harga tinggi karena sulit memperoleh pasokan normal di SPBU maupun pengecer biasa. Situasi tersebut dinilai memberatkan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, perikanan, hingga usaha kecil.
“Kalau terus naik begini, tentu sangat berdampak pada biaya hidup masyarakat,” kata warga lainnya.
Kenaikan harga BBM eceran disebut dipicu keterbatasan distribusi dan stok di sejumlah kecamatan di Bolmut. Akibatnya, harga di tiap wilayah berbeda-beda tergantung ketersediaan pasokan.
Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memperketat pengawasan distribusi BBM agar kelangkaan tidak semakin meluas. Warga juga berharap ada langkah cepat untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.
Penulis: Tim Wartawan
Editor: Kurniawan Golonda









