FaktaraID, GORONTALO – Banjir bandang kembali menerjang Desa Olimohulo, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa, 19 Mei 2026. Sedikitnya 90 rumah terdampak dan akses utama warga menuju pusat pelayanan desa hingga sekolah sempat lumpuh total.
Banjir terjadi sekitar pukul 12.30 WITA setelah hujan deras menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Arus air datang tiba-tiba dan membawa lumpur ke dalam rumah-rumah penduduk.
Kepala Desa Olimohulo, Mohamad Latif, mengatakan sebanyak 132 kepala keluarga atau sekitar 393 jiwa merasakan langsung dampak bencana tersebut.
“Air naik sangat cepat dan masuk ke rumah-rumah warga. Banyak perabotan rumah tangga, pakaian, hingga perlengkapan dapur terendam lumpur,” kata Latif.
Selain merendam rumah, banjir juga memutus akses utama desa. Kendaraan maupun pejalan kaki sempat tidak dapat melintas. Aktivitas pelayanan pemerintahan desa dan kegiatan belajar mengajar ikut terganggu.
Warga menilai banjir di Olimohulo bukan lagi persoalan musiman, melainkan masalah yang terus berulang tanpa penanganan permanen. Mereka menyebut kapasitas plat deker dan saluran pembuangan air di wilayah tersebut sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Menurut Latif, keluhan terkait kondisi infrastruktur itu sudah beberapa kali disampaikan warga, namun hingga kini belum ada penanganan menyeluruh.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo turun tangan menangani persoalan banjir yang dinilai semakin mengkhawatirkan setiap musim hujan.
“Kami hanya berharap ada perhatian nyata dan solusi jangka panjang. Masyarakat tidak ingin sekadar bantuan sementara,” ujar salah seorang warga.
Selain normalisasi sungai dan perbaikan saluran air, warga juga kembali meminta realisasi pembangunan jalan tembus Olimohulo menuju Kabupaten Boalemo yang sebelumnya pernah diwacanakan sebagai ruas jalan provinsi.
Masyarakat menilai akses jalan tersebut penting untuk membuka konektivitas wilayah sekaligus mempermudah mobilitas warga saat terjadi bencana.
Hingga Selasa sore, pemerintah desa bersama aparat kecamatan masih melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
Penulis: Kurniawan Golonda
Editor: Tim Redaktur









