FaktaraID, BOLMUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), kembali menuai keluhan. Setelah sebelumnya ditemukan dugaan makanan basi di SDN 13 Kaidipang, ternyata menu serupa juga dilaporkan diterima sejumlah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kasus ini memperluas sorotan terhadap kualitas distribusi makanan dalam program MBG di Kaidipang. Menu yang dipersoalkan berupa ayam bumbu rujak yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko Kaidipang pada 8 juni 2026.
Sejumlah orang tua murid mengaku curiga dengan kondisi makanan yang diterima anak mereka. Makanan disebut mengeluarkan bau tidak sedap dan terlihat seperti tidak segar.
Salah satu orang tua murid PAUD di Kaidipang mengaku memilih tidak memberikan paket MBG tersebut kepada anaknya karena mencurigai kualitas makanan yang sudah tidak layak konsumsi.
“Baunya sudah tidak enak dan seperti berlendir. Jadi saya tidak berani kasih ke anak,” ujar salah satu wali murid.
Keluhan serupa juga datang dari orang tua murid PAUD lain di wilayah Kaidipang. Mereka mengaku anak mengalami sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.
Tak hanya di tingkat PAUD, dugaan dampak makanan tidak layak juga dilaporkan terjadi di sekolah dasar. Orang tua siswa di salah satu SD di Kaidipang menyebut anaknya mengalami diare sepulang dari sekolah setelah menyantap MBG pada hari yang sama ketika temuan makanan diduga basi mencuat di SDN 13 Kaidipang.
“Kami orang tua khawatir karena program MBG menyasar anak PAUD dan pelajar SD yang tergolong rentan terhadap gangguan kesehatan akibat makanan tidak higienis,” ujar wali muri.
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan di media pada Jumat 12 Juni 2026, kepala SPPG Boroko Kaidipang Curvy Runtuwene mengklaim masalah menu MBG hanya terjadi di satu sekolah dari 22 sekolah
Dia mengonfirmasi, bersama jajaran staf langsung mendatangi SDN 13 Kaidipang yang menjadi sekolah pertama melaporkan dugaan masalah pada menu MBG.
Di lokasi, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan langsung terhadap makanan yang dipersoalkan. Uji rasa juga dilakukan terhadap menu yang dikeluhkan guna memastikan kondisi makanan yang telah didistribusikan.
“Kami langsung melakukan pemeriksaan dan uji rasa terhadap menu yang dilaporkan. Namun sebagai langkah kehati-hatian, seluruh paket MBG untuk hari itu tetap kami tarik dan distribusi dihentikan sementara,” kata Curvy.
Menurut dia, laporan tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut. Tim kesehatan bersama ahli gizi melakukan inspeksi ke dapur SPPG Boroko Kaidipang guna melakukan evaluasi terhadap menu yang menjadi sorotan.
Penulis: Kurniawan Golonda
Editor: Tim Redaktur









