Astaga !!! Anggota DPRD Bolmut Kecam Keras Dua Anggota Polres Bolmut Aniaya Anak DiBawah Umur

Tuesday, 8 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POJOKberita.ID,BOLMUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Mengecam Keras pemukulan terhadap dua anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh Oknum Polisi.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Komisi I  Bolmut, Husen Yahya Suit Pontoh pada media ini, (Selasa 8/12/2020).

Suit Pontoh sapa akrabnya mengecam keras aksi brutal pemukulan terhadap dua anak dibawah umur yang diduga dilakukan anggota Kepolisian Polres  Bolmut.

“Atas Nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bolmut, Mengecam aksi sewenang-wenang yang di lakukan oknum Polisi. Ini merupakan perbuatan yang justru mencoreng Slogan Polri (Pengayoman, Pelindung dan Pelayan Masyarakat). Apapun alasannya, tindakan Represif terhadap masyarakat tidak dibenarkan!” ujar Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dirinya menegaskan kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Kapolres Bolmut untuk menindak tegas kepada pelaku yang diduga merupakan anggota Polres Bolmut.

“Ini Negara hukum, perlakuan dua oknum Polisi tersebut jelas bertentangan dengan Undang-undang tentang perlindungan anak. Maka atas nama DPRD Bolmut, kami mendesak kepada Pihak yang berwenang untuk menindak tegas pelaku tersebut”, tegas Suit Pontoh yang juga merupakan ketua Fraksi PPP

Sebelumnya dikutip dari Media waktu.news, (JP) Siswa kelas 3 SMPN Bolangitang Barat menjadi Korban pemukulan oleh dua Anggota Polisi inisial Made dan Kadek yang bertugas di jajaran Polres Bolmut.

Baca JUga  Kejari Bolmut Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMA dan SMK

Kejadian bermula kemarin siang, Senin (07/12/2020). Sekitar pukul 2 siang, anak yang orang tuanya lagi mencari sesuap nasib di tambang emas ini dicegat oleh dua oknum polisi dan belum sempat bicara dan duduk, kedua tangan pengayom masyarakat ini langsung menampar muka dan telinga anak sekolahan tersebut dan parahnya lagi, Peraturan kepala kepolisian negera republik indonesia nomor 6 tahun 2018 tentang pakaian dinas polri dipakai untuk menendang anak itu.

“Tadi pas ba antar bensin kong lewat Bengkel Anugerah Goyo, langsung pak Made deng Kadek dola kong suru turun, saya pe duduk langsung dorang tampeleng deng paka ditalinga kong tendang deng spatu,”tutur JP.

Dalam keterangan yang didampingi oleh Ibu dan pamanya menuturkan, Awalnya saya di pekerjakan oleh pak made dan kadek untuk “Menampung Minyak” dipertamina dengan gaji Rp.800.000 per bulan.

Hingga kini sudah hampir 2 bulan lebih saya bekerja untuk tapping minyak dan gaji yang saya terima baru Rp.600.000. Lanjut JP, waktu itu saya ditelpon pak made tapi saya lagi tidur dan sudah berapa kali panggilan tidak sempat saya angkat, karena lagi tidur dan hp saya di pegang oleh adik saya,”kata JP.

Baca JUga  Didepan Masa Aksi DPRD Ciut, Bupati Pohuwato Berani Ambil Sikap

Setelah direspon telephonenya oleh Juan, Oknum polisi mengatakan, kenapa kamu ditelephone pandang enteng? Jawab Juan, Komdan saya ada tasono, HP ada pa ade. Kembali oknum polisi mengatakan, semakin hari kamu semakin pandang enteng, somo ganti orang laeng jo. Juan tidak bisa menjawab dan hanya membisu.

Sang Ibu yang lagi memasak dikagetkan oleh anaknya yang satu dan melaporkan kalau kakaknya dipukul oleh polisi, sayapun bergegas ke depan dan menghampiri polisi dan menanyakan, ada masalah apa ini? Apakah anak saya mau dibawah ke polsek atau anak saya mencuri, tanya sang ibu. Oknum polisipun menjawab kalau anak ibu tidak ada masalah hanya mau di buat kapok saja.

“Kerena ini sudah mau magrib, besok saya dan keluarga akan ke polres. Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Dan saya berharap pemukulan terhadap anak saya ini dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, karena banyak warga yang berdatangan dan menyaksikan”pinta ibu juan.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP, yakni Penyiksaan terhadap Anak di Bawah Umur. Mereka juga bisa dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak. (Mor*IpouL*JoB)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LABB KEBUT, Layanan Kejari Bolmut untuk Pengembalian Barang Bukti
URC Polres Bolmut Tindaklanjuti Aduan Pengancaman di Pasar Boroko
HUT Propam ke-24, Polres Bolmut Gelar Baksos di Rumah Ibadah
Polisi Amankan 13 Paket Sabu di Pinogaluman, Satu Orang Ditangkap
Resmob Limango Berburu hingga Gorontalo, FH Ditangkap di Tempat Kos
Bupati Bolmut Sirajudin Ditahan KPK, Dugaan Gratifikasi Capai Rp11,14 Miliar
Praperadilan Risna Dali Ditolak, Kasus Korupsi Lahan SPBU Talaud Berlanjut
Kejari Talaud Beri Penerangan Hukum soal Pencegahan Karhutla di Gemeh
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 15:22

LABB KEBUT, Layanan Kejari Bolmut untuk Pengembalian Barang Bukti

Thursday, 8 October 2026 - 12:13

URC Polres Bolmut Tindaklanjuti Aduan Pengancaman di Pasar Boroko

Monday, 5 October 2026 - 17:23

Polisi Amankan 13 Paket Sabu di Pinogaluman, Satu Orang Ditangkap

Thursday, 1 October 2026 - 19:39

Resmob Limango Berburu hingga Gorontalo, FH Ditangkap di Tempat Kos

Tuesday, 22 September 2026 - 22:18

Bupati Bolmut Sirajudin Ditahan KPK, Dugaan Gratifikasi Capai Rp11,14 Miliar

Berita Terbaru

DAERAH

Prof Grace Kandou Dinilai Layak Pimpin Unsrat

Saturday, 24 Oct 2026 - 08:37

Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Bolmut, Samuel Naibaho, menyerahkan sepeda motor melalui layanan LABB KEBUT di Desa Paku Selatan.(foto: dok*)

HUKUM & KRIMINAL

LABB KEBUT, Layanan Kejari Bolmut untuk Pengembalian Barang Bukti

Tuesday, 20 Oct 2026 - 15:22

(Foto: dok*)

HUKUM & KRIMINAL

URC Polres Bolmut Tindaklanjuti Aduan Pengancaman di Pasar Boroko

Thursday, 8 Oct 2026 - 12:13

Foto: ist*

Politik

Survei LKPI: Elektabilitas PSI Salip Demokrat, Imbangi PAN

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:01