FaktaraID, BOLTIM – Warga Desa Iyok, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, kembali dihadapkan pada ancaman serangan buaya di wilayah sungai dan pesisir setempat.
Seorang ibu rumah tangga bernama Ating Mamonto (49) nyaris kehilangan nyawa setelah diserang buaya saat berada di tepi sungai Desa Iyok, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Korban saat itu berada di lokasi bersama suaminya. Setelah selesai beraktivitas di tepi sungai, seekor buaya tiba-tiba muncul dari permukaan air dan langsung menggigit kaki kiri korban.
Reptil tersebut berusaha menarik tubuh korban ke dalam sungai. Suami korban yang berada tidak jauh dari lokasi segera memegang pakaian istrinya dan berusaha menahan tarikan buaya.
Teriakan minta tolong korban dan keluarganya kemudian mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang datang ke lokasi membantu proses evakuasi hingga korban berhasil dilepaskan dari gigitan buaya. Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Nuangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kaki kiri akibat gigitan buaya. Setelah mendapat perawatan awal, korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan buaya di wilayah Desa Iyok dan sekitarnya. Warga setempat menyebut kemunculan buaya di kawasan sungai maupun pesisir bukan lagi kejadian baru.
Menanggapi insiden tersebut, kepolisian melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai dan kawasan rawa.
Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati, terutama pada malam hari dan saat beraktivitas di bantaran sungai.
“Sudah ada beberapa kejadian serupa di sekitar sungai dan pantai Desa Iyok. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah yang menjadi habitat buaya,” kata Golfried.
Ia menilai diperlukan langkah pencegahan bersama antara pemerintah desa, aparat, dan masyarakat untuk meminimalkan risiko serangan satwa liar di kawasan permukiman yang berdekatan dengan habitat buaya.
Penulis: Juandri
Editor: Wan Golonda









